Sejarah Yang Terlupakan Part 8

Shalom ‘aleychem
Assalamu ‘alaykum

Kajian Baal Haturim:
Ishmael hingga Sang Nabi SAW

Bila kita membaca Chamisha Chumshe Torah berbahasa Ibrani dengan berbasis pemahaman khas Baal Haturim, dan membaca kitab-kitab dalam hal lintas agama, kita akan menemukan kode-kode gematria yang bisa menjadi bahan renungan bagi siapapun.

Dalam Chamisha Chumshe Torah atau pun TaNaKH ternyata disebutkan adanya 12 generasi dari Noach hingga Yishmael atau pun Yitzhaq. Lihat Sefer Bereshit 10:1; Sefer Bereshit 11:10-32; I Tawarikh 1:17-28

  1. Noach
  2. Shem
  3. Arpachshad
  4. Shelah
  5. Ever
  6. Peleg
  7. Re’u
  8. Seruq
  9. Nahor
  10. Terah
  11. Avraham
  12. Yishmael – Yitzhaq

Bila kita membaca Quran, kita juga menemukan nama Ishmael disebut 12 kali saja. Dan bila kita membaca kitab TaNaKH, kita juga akan menemukan nama Kedar, yakni salah satu nama dari 12 nama anak-anak Ishmael (Sefer Bereshit 25:13-18), ternyata nama Kedar tersebut hanya disebut 12 kali juga. Hal ini sejajar dng nama Hagar istri Avraham, ternyata juga disebut hanya 12 kali saja dalam Chamisha Chumshe Torah. Di sinilah kode-kode itu mulai terbaca:

Nama اسما عيل (Isma’il) dalam kitab Quran yang teksnya berbahasa Arab tercantum 12 kali pengulangan.

  1. Al-Baqarah 2:125
  2. Al-Baqarah 2:127
  3. Al-Baqarah 2:133
  4. Al-Baqarah 2:136
  5. Al-Baqarah 2:140
  6. Ali Imran 3:84
  7. An-Nisa’ 4:163
  8. Al-An’am 6:86
  9. Ibrahim 14:39
  10. Maryam 19:54
  11. Al-Anbiya’ 21:85
  12. Shad 38:48

Nama קדר (Kedar) juga penyebutannya diulang 12 kali dalam seluruh kitab TaNaKH yang disebut teks Masoret Ibrani. Anda harus melacaknya dari teks Ibrani, bukan teks bhs Inggris atau pun bhs Indonesia.

  1. Kejadian 25:13
  2. I Tawarikh 1:29
  3. Mazmur 120:5
  4. Kidung Agung 1:5
  5. Yesaya 21:16
  6. Yesaya 21:17
  7. Yesaya 42:11
  8. Yesaya 60:7
  9. Yeremia 2:10
  10. Yeremia 49:28
  11. Yeremia 49:28 (2 x pengulangan)
  12. Yehezmiel 27:21

Nama הגר (Hagar) yakni nama istri Abraham, bukan sebutan הגרים atau sebutan הגריאים dan juga bukan sebutan הגרי. Jadi hanya merujuk pada nama istri Abraham, yakni Hagar saja yang dimaksud, ternyata dalam TaNaKH bhs Ibrani terulang juga 12 kali pengulangan. Oleh karena itu, jangan sekali-kali membuka fakta tekstual ini dng memakai Alkitab bhs Inggris ataupun terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa apapun. Bahkan Alkitab bhs Indonesia sekalipun.

  1. Sefer Bereshit 16:1
  2. Sefer Bereshit 16:3
  3. Sefer Bereshit 16:4
  4. Sefer Bereshit 16:8
  5. Sefer Bereshit 16: 15
  6. Sefer Bereshit 16:15 (2 x pengulangan)
  7. Sefer Bereshit 16:16
  8. Sefer Bereshit 21:9
  9. Sefer Bereshit 21:14
  10. Sefer Bereshit 21:17
  11. Sefer Beresbit 21:17 (2 x pengulangan)
  12. Sefer Bereshit 25:12

Tatkala membahas Sefer Bereshit 16:1 Rashi (Rabbi Shlomo ben Yitzhaq) juga menjelaskan bahwa Hagar, yang namanya tertulis 12 kali dalam Chamisha Chumshe Torah, ternyata Hagar adalah בת פרעה היתה (bat Par’oh hayetah), artinya: ‘Hagar, dia adalah anak perempuan/putri Firaun.’ Silakan Anda membaca penjelasan Rashi dalam kitabnya yang berjudul Ferush Rashi ‘al ha-Torah: Sefer Bereshit (New York: Mesorah Publications, 2011), hal. 154.

Begitu juga Targum Yonathan ben Uziel berbahasa Judeo-Aramaic yang ditulis pada abad ke-1 M, ternyata ditemukan data otentik mengenai istri Ishmael yang telah melahirkan 12 putera, termasuk putra Ishmael yang bernama Kedar. Dalam Targum Yonathan, terdapat data bahwa Ishmael beristri seorang perempuan yang bernama פטימא (Phetima) sesuai teks Targum Yonatahan, Sefer Bereshit 21:21 yang menyebut sbb:

ויתיב במדברא דפראן ונסיב אתחא ית עדישא ותרבה ונסיבת ליה אמיה ית פטימא אתהא מארעא דמצרים

‘And he dwelt in the wilderness of Pharan and took for a wife Adisha, but put her away. And his mother took for him Phatima to wife from the land of Egypt.

Sementara itu, dalam Pirkei de Rav Eliezer juga dijelaskan bahwa Abraham merestui פטימא (Phetima) sebagai istri Ishmael, serta mendoakan Ishmael dan keluarganya.

פרקי רבי אליעזר
פרק שלשים

ושלחה אמו ולקחה לו אשה מבית אביה ושמה פטומה. עוד לאחר שלוש שנים הלכ אברהם לראות את ישמעאל בנו. ונשבע לשרה כפעםראשונה. שאינו יורד מן הגמל במקום שישמעאל שרוי שם. והגיע לשם בחצי היום ומצא שם אשתו של ישמעאל. אמר לח, היכן הוא ישמעאל. אמרה לו הלך הוא ואמו לרעות את הגמלים במדבר. אמר לה תני לי מצט לחם ומצט מים כי עיפה נפשי מדרך המדבר. הוציאה ונתנה לו. עמד אברהם והיה מתפלל לפני הקדוש ברוך הוא על בנו. ונתמלא ביתו של ישמעאל מכל טוב. ממין הברכות.

Teks berdasarkan Pirkei de Rav Eliezer tersebut membuktikan bahwa Abraham memberkati Ishmael dan istrinya, yakni Phetima. Hal ini terbaca pada teks yang berbunyi sbb:

עמד אברהם והיה מתפלל לפני הקדוש ברוך הוא על בנו.

‘Amad Avraham ve hayah mi tefellel li pheney haq-qadosh baruch Hu ‘al beno.

Abraham bangkit dan berdoa utk anaknya (Ishmael) di hadapan Sang Maha Suci – terberkatilah Dia.

Berikut terjemahan lengkap dari teks tersebut:

” His mother (Hagar) sent and took for him a wife from her father’s house and her name was Phetima. Again after three years Abraham went to see his son Ishmael having sworn to Sarah as on the first occasion that he would not descend from the camel in the place where Ishmael dwelt. He came there at midday and found there Ishmael’s wife. He said to her: ‘Where is Ishmael?’ He replied to him: ‘ He has gone with his mother to feed the camels in the desert. He said to her: ‘Give me a little bread and water for my soul is faint after the journey of the desert. She fetched it and gave it to him. Abraham arose and prayed before the Holy One blessed be He for his son and thereupon Ishmael’s house was filled with all good things of the various blessings.”

Berdasarkan penjelasan dari Pirkei de Rav Eliezer ini, ternyata Hagar telah mengambil Phetima dari rumah Firaun, מבית אביה – mi beyt avih (dari rumah ayahnya), utk dinikahkan dng Ishmael. (his mother sent and took for him a wife from her father’s house and her name was Phetima).

Fakta ini membuktikan bahwa Hagar, Phetima dan Ishmael tidaklah kembali tinggal di negeri Firaun, tetapi justru keluar dari rumah Firaun. Bahkan keluar dari negeri Firaun. Keluar dari rumah Firaun bukan hanya sebagai penanda perpindahan secara geografis, tetapi sekaligus sebagai penanda perpindahan secara teologis. Jadi Phetima dibawa keluar oleh Hagar dari rumah Firaun dng tujuan: ” to cleanse Phetima from the idols of her father’s house.” Hal yang dilakukan oleh Hagar (the daughter of Pharaoh) terhadap Phetima sama persis sebagaimana yang dilakukan oleh Bithiah (the daughter of Pharaoh). ” She (Bithiah) went down to cleanse herself from the idols of her father’s house.” Fakta tekstual ini dapat dibaca dalam kitab Talmud.

R. Simon b. Pazzi once introduced an exposition of the Book of Chronicles as follows: ‘All thy words are one, and we know how to find their inner meaning’. [It is written], And his wife the Jewess bore Jered the father of Gedor, and Heber the father of Socho, and Jekuthiel the father of Zanoah, and these are the sons of Bithya the daughter of Pharaoh, whom Mered took. Why was she [the daughter of Pharaoh] called a Jewess? Because she repudiated idolatry, as it is written, And the daughter of Pharaoh went down to bathe in the river, and R. Johanan, [commenting on this,] said that she went down to cleanse herself from the idols of her father’s house. ‘Bore’: But she only brought him [Moses] up? – This tells us that if anyone brings up an orphan boy or girl in his house, the Scripture accounts it as if he had begotten him. ‘Jered’: this is Moses. Why was he called Jered? Because manna came down [yarad] for Israel in his days (Talmud Bavli, traktat Megillah 13a).

Fakta historis yang melibatkan perjalanan hidup Abraham, Hagar, Ishmael serta Phetima sebagaimana yang termaktub dalam Targum Yonathan dan Pirkei de Rav Eliezer semakin meneguhkan adanya makna dibalik fakta tekstual dalam TaNaKH (Torah Neviem ve Khetuvim) dan Quran yang membuktikan bahwa antara Noach – Ishmael ada 12 generasi, dan Ishmael yang berputra 12 orang juga disebut namanya 12 kali. Ibunya Ishmael yakni Hagar juga disebut 12 kali, dan anaknya Ishmael, yakni Kedar juga disebut 12 kali.

Ishmael disebut Arab Musta’ribah, dan Kedar juga disebut Arab Musta’ribah. Jadi, Arab Musta’ribah ini salah satunya dikenal melalui Kedar bin Ishmael. Dan dalam tulisan Maimonides (Rabbi Moshe ben Maymon), yang disebut אגרות הרמבם (Iggerot ha-Rambam) ternyata disebutkan bahwa Sang Nabi SAW adalah keturunan Kedar ben Yishmael. Kedar inilah yang memperanakkan Quraish, dan fakta sejarah juga membuktikan bahwa antara Quraish hingga Sang Nabi SAW ternyata ada 12 generasi, dan Quraish ini adalah keturunan Kedar ben Yishmael.

  1. Quraish
  2. Ghalib
  3. Lu’ai
  4. Ka’ab
  5. Murrah
  6. Kilab
  7. Qushai
  8. Abd. Manaf
  9. Hashim
  10. Abdul Muthalib
  11. Abdullah
  12. Sang Nabi SAW

الذين اءتينهم الكتاب يعرفونه كما يعرفون ابناءهم)

(البقرة 2:146)

אלה אשר נתנו להם את הספר מכירים אותו כפי שמכירים את בניכם
( סורת אלבקרה 2:146)

Elleh asher natannu lachem et has-Sefer machchirim oto kefiy shemmachchirim et b’neychem (Al-Baqarah 2:146).

Orang-orang yang telah Kami anugerahkan Al-Kitab mengenalnya (Muhammad SAW) seperti mengenal anak-anak mereka sendiri (Al-Baqarah 2:146)

ان الله اصطفى كنانة من ولد اسماعيل و اصطفى قريسا من كنانة واصطفى قريسا بني هاشم و اصطفى ني بني هاشم (صحيح مسلم )

Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya ALLH telah memilih Kinanah dari antara keturunan Ishmael, dan memilih Quraish dari antara keturunan Kinanah dan memilih bani Hashim dari antara keturunan Quraish dan memilih aku – kata Nabi SAW – dari antara bani Hashim (H.R. Imam Muslim).

Hashim, dari kalangan bani Ishmael, yang disebut kaum Arab Musta’ribah menikah dengan Salma bin Amr dari kalangan bani Israel, yang disebut kaum Yahudi Musta’ribah. Itulah sebabnya keturunan mereka disebut bani Hashim yang membedakan mereka dari kaum Arab Aribah dan kaum Arab Musta’ribah lainnya.

Nasab biologis Sang Nabi SAW dari jalur ayah, ternyata secara genetis nasabnya bersambung kepada Yishmael melalui Hashim. Begitu juga nasab biologis Sang Nabi SAW dari jalur ibu, ternyata secara genetis nasabnya bersambung kepada Yitzhaq melalui Salma binti Amr.

Dan yang pasti, Yizhaq dan Yishmael masing-masing adalah generasi ke-12 dari Noach melalui Avraham. Ini bila dilacak melalui kitab Torah.

Dengan demikian, rangkain kode-kode antara TaNaKH dan Quran berkaitan dng nasab Sang Nabi SAW bisa jadi merupakan kebetulan, atau bisa jadi ada semacam grand design-Nya yang sengaja telah dimapankan-Nya. Fakta ini agak berbeda bila kita bandingkan dng nasab yang dinisbatkan kepada Yesus yang berpola 14 generasi, sebagaimana dalam Injil Matius. Meskipun menggunakan pola gematria, ternyata bila silsilah Yesus yang tercantum pada Injil Matius yang kemudian dibandingkan dng TaNaKH justru banyak ketidakcocokan dan terkesan dipaksakan. Banyak nama-nama yang tercantum dalam TaNaKH justru dibuang demi menyesuaikan dng pola 14 generasi. Bila nama-nama itu tdk dibuang, maka St. Matius kesulitan menerapkan pola gematria 14 generasi tsb, karena faktanya dalam catatan silsilah dalam TaNaKH justru tercatat lebih dari 14 generasi. Bahkan ditambahkan juga nama-nama yang tidak tercatat dalam TaNaKH yang kemudian dirangkai pada silsilah Yesus demi terciptanya pola gematria yang secara de facto tidak sesuai dng catatan yang termaktub dalam kitab TaNaKH apa adanya. St. Lukas dalam Injilnya justru beliau mencantumkan nama-nama fiktif yang tidak tercantum dalam kitab TaNaKH dalam rangka merangkai silsilah Yesus Kristus. Dalam Injil Lukas 3:34-36 tercantum 2 nama manusia fiktif yang tidak tercatat dalam TaNaKH yang dicampuradukkan dng nama-nama manusia historis.

  1. Noach
  2. Shem
  3. Arpachshad
  4. Kenan
  5. Salmon
  6. Ever
  7. Peleg
  8. Reu
  9. Serug
  10. Nahor
  11. Terah
  12. Abraham
  13. Yitzhaq

Ada 13 generasi antara Noach hingga Yitzhaq menurut catatan Injil Lukas, dan hal ini tidak sejajar dng catatan TaNaKH yang mencatat hanya ada 12 generasi antara Noach hingga Yitzhaq. Apakah catatan kitab TaNaKH milik kaum Yahudi yang keliru? Apakah catatan kitab Injil Lukas yang keliru? Apakah nama Salmon dalam Injil Lukas adalah nama lain dari Shelah dalam catatan TaNaKH? Saya tidak menemukan teks Rabbinik yang bisa dijadikan pembanding yang kedua nama itu merujuk pada person yang sama. Nama Kenan yang tercantum dalam Injil Lukas juga tidak tercantum dalam kitab TaNaKH atau pun teks Rabbinic yang lain. Hal yang mungkin justru adanya error dalam catatan Injil Lukas. Itulah bedanya real gematria dan pseudo-gematria.

Baruch HASHEM.

Comments

comments

This entry was posted in Rabbinic studies and tagged , , , . Bookmark the permalink.