Sejarah Yang Terlupakan Part 9

Shalom ‘aleychem
Assalamu ‘alaykum

 

Genealogy Discussion:
Yesus Anak Yusuf dan Teori the Virgin Birth

Seseorang yang membaca tulisan Jimmy Jeffry memang harus jeli dan memerlukan daya ketelitian yang tinggi, agar tidak termanipulasi dengan data yang disajikan tapi terkorupsi karena ketiadaan teks asli. Jimmy Jeffrey telah melakukan berbagai upaya pembelaan terhadap status Yesus sebagai anak Yusuf. Namun, upaya pembelaan tersebut ternyata hanya ‘permainan kata’ yang disodorkan kepada pembaca terkait antara istilah anak biologis dan anak non-biologis yang dipaksakan berlaku secara de jure sebagai bagian dari tradisi Yahudi.

Jimmy Jeffrey mengutip Talmud Bavli sebagai pembenaran teori ‘anak angkat’ dalam tradisi Yahudi. Namun pembacaan teks yang dilakukannya terhadap teks Talmud tersebut ternyata kurang teliti, akibatnya fatal.

Dalam Talmud Bavli, traktat Megillah 13a tertulis demikian:

Rabbi Simon ben Pazzi once introduced an exposition of the Book of Chronicles as follows: ‘All thy words are one, and we know how to find their inner meaning’. [It is written], And his wife the Jewess bore Jered the father of Gedor, and Heber the father of Socho, and Jekuthiel the father of Zanoah, and these are the sons of Bithya the daughter of Pharaoh, whom Mered took. Why was she [the daughter of Pharaoh] called a Jewess? Because she repudiated idolatry, as it is written, And the daughter of Pharaoh went down to bathe in the river, and R. Johanan, [commenting on this,] said that she went down to cleanse herself from the idols of her father’s house. ‘Bore’: But she only brought him [Moses] up? – This tells us that if anyone brings up an orphan boy or girl in his house, the Scripture accounts it as if he had begotten him. ‘Jered’: this is Moses. Why was he called Jered? Because manna came down [yarad] for Israel in his days (Talmud Bavli, traktat Megillah 13a).

Dalam teks Talmud ini disebutkan tentang puteri Firaun yang bernama Bithiah (daughter of God) yang menurut Jimmy Jeffrey kemungkinan diberi nama seperti itu setelah convert ke dalam agama Judaism. Kemudian disebut sebagai Jehudijah atau diterjemahkan secara literal menjadi “Jewess” dalam Sanhedrin. Bithiah ini menikah dengan Mered dan melahirkan beberapa anak. Namun yang menarik – menurut Jimmy Jeffrey – salah satu anak bernama Jered itu adalah Musa (Moses), yang secara genetis anak dari Jochebed dan Amram (Kel 6:20), tetapi Jered ini tetap disebutkan sebagai anak dari Bithiah.”

Jadi menurut Jimmy Jeffrey, teks Talmud yang menyebut nama Jered (Musa) ini menjadi bukti adanya konsep ” anak angkat ” dalam tradisi Yahudi. Sebenarnya, teks Talmud itu hanya menyajikan tentang konsep ‘anak adopsi’ dalam tradisi Mesir yang membolehkan adanya ketiadaan hubungan darah. Dalam hal ini teks Talmud bukan bermaksud mengadopsi konsep anak adopsi dalam tradisi Mesir. Sebab dalam TaNaKH tidak dibenarkan adanya konsep mengadopsi anak. Justru yang ada adalah menisbatkan nasab seorang anak pada silsilah yang masih ada hubungan darah melalui jalur perkawinan Levirate, dan bukan ketiadaan hubungan darah. Hal ini sesuai konsep perkawinan Levirate yang diatur dalam TaNaKH (Torah Neviem ve Khetuvim). Jadi pengutipan ayat Talmud Bavli, traktat Megillah 13a oleh Jimmy Jeffrey tentang adanya konsep anak adopsi dalam tradisi Yahudi tersebut jelas salah alamat dan tidak tepat.

Yesus memang anak kandung Maryam, tapi Yesus bukan anak kandung dari mantan suaminya Maryam yang telah meninggal dunia, sehingga silsilah nasab Yesus bisa mengikuti nasab silsilah Yusuf. Ini adalah aturan perkawinan Levirate. Yesus juga bukan anak kandung saudara kandung Yusuf yang telah meninggal dunia, sehingga silsilah nasab Yesus bisa mengikuti nasab silsilah Yusuf. Ini juga aturan perkawinan Levirate. Menurut Theodoret, seorang Bapa Gereja kuno, Klopas adalah suami Maria, ibunya Yakobus; dan Yusuf adalah suami Maria, ibunya Yesus. Klopas dan Yusuf adalah saudara kandung. Lihat karya Mark J. Edwars (ed.). Ancient Christian Commentary on Scriptures. New Testament VIII, hal. 15. Dalam hal ini, Yesus juga bukan anak kandung Klopas yang nasabnya bisa mengikuti silsilah nasab Klopas sekaligus silsilah nasab Yusuf. Namun, bila menurut teks Talmud ternyata Yesus disebut Yeshu Ben Panthera, maka hal ini mengindikasikan bahwa Yesus semestinya mengikuti silsilah nasab Panthera (pria selingkuhan Maryam menurut Talmud), tetapi Yesus tetap saja tidak bisa mengikuti nasab silsilah Yusuf. Mengapa? Jawabannya sederhana, karena Panthera (orang goyim itu) dan Yusuf (keturunan Yehuda) bukanlah saudara kandung. Ini juga merupakan aturan dari perkawinan Levirate. Apalagi menurut TaNaKH yang menyatakan bahwa anak hasil perzinahan hanya dapat dinisbatkan pada nasab ibunya. Jadi semestinya, Yesus memang hanya disebut sebagai anak Maryam saja.

Jadi sekali lagi, Jimmy Jeffrey sengaja memanipulasi pembacanya dng tidak merujuk pada konsep perkawinan Levirate yang meniscayakan adanya hubungan darah, sebagaimana yang tertulis dalam TaNaKH. Bahkan Jimmy Jeffrey sengaja menyembunyikan fakta catatan Gereja Bapa kuno yang bernama Theodoret yang menjelaskan terkait hubungan Yusuf dan Klopas sebagai saudara kandung dalam satu keluarga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teori ” special adoptian ” yang berkaitan dengan adanya teori ‘anak angkat’ yang digagas oleh Jimmy Jeffrey hanyalah khas teori the Virgin Birth yang baru muncul era Kristen, dan bukan teori perkawinan Levirate yang meniscayakan adanya hubungan darah sebagaimana yang termaktub dalam TaNaKH. Jadi dalih status anak non-biologis dan anak biologis dalam konteks perkawinan Levirate tidak memiliki justifikasi dalam tradisi Yahudi. Dan teori ‘ special adoption ‘ hanya terkait semata-mata dng teori the Virgin Birth, bukan teori perkawinan Levirate.

Dengan demikian, status Yesus yang disebut sebagai anak Daud yang dikaitkan dng Yusuf ternyata tidak memiliki makna apapun. Dalam hal ini kita tidak mempersoalkan status hukum Yusuf sebagai keturunan Daud melalui King Salomo, dan laporan Injil Matius itu sesuai dng status hukum dalam TaNaKH, baik ditinjau dari status perkawinan ipar nenek moyang Yusuf maupun bila ditinjau dari status garis ayah biologis Yusuf. Yusuf memang punya ayah secara biologis dan sekaligus punya ayah secara hukum, yakni Yakub dan Eli. Hal ini sesuai dng teori perkawinan Levirate sebagaimana yang termaktub dalam TaNaKH. Namun yang kita kaji ini adalah status hukum Yesus, bukan status hukum Yusuf. Yesus tidak memiliki status hukum apa2 bila dikaitkan dng Yusuf.

Berdasarkan teori Levirate Marriage sebagaimana tradisi yang termaktub dalam TaNaKH, maka Yesus jelas tidak memiliki status hukum sebagai anak Yusuf yang sah secara yuridis (de jure), karena Yesus bukan anak kandung dari saudara kandung Yusuf, dan Yesus juga bukan anak kandung dari mantan suami yang telah meninggal dari istri Yusuf. Kalau Yesus dianggap sebagai anak angkat Yusuf secara hukum, yang kemudian disebut sebagai special adoptian, maka ini sebuah teori asing yang dipaksakan, yang khas Kristen, yang secara dogmatis hanya terkait dng teori the Virgin Birth, dan bukan terkait dng teori Levirate Marriage. Dengan demikian, istilah ‘special adoption’ memang hanya special untuk Yesus yang terkait dng teori the Virgin Birth, dan istilah ‘special adoption’ tidak ada kaitannya sama sekali dengan teori Levirate Marriage yang berlaku dalam tradisi Yahudi.

Jimmy Jeffrey juga telah mengajukan data akurat tentang Maryam yang nasabnya bersambung kepada Daud. Dan menurut data ini pula, teridentifikasi adanya sosok manusia historis yang bernama Panther(a) yang telah hidup pada masa sebelum kelahiran Maryam. Manusia historis yang bernama Panther(a) ini ternyata adalah kakek kandung dari Maryam sendiri. Ini semakin membuktikan bahwa nama Panthera bukanlah nama rekaan atau nama ‘plesetan’ yang mengandung makna hinaan terhadap status Maryam yang disapa sbg Parthenos (Sang Perawan). Bagaimana mungkin nama Panthera dianggap sebagai sebuah nama rekaan sekaligus nama hujatan kepada Maryam Sang Parthenos (Sang Perawan), sedangkan nama hujatan ini juga sebagai nama kekek kandung Maryam Sang Parthenos yang justru telah ada sebelum Maryam dilahirkan?

Perhatikan kutipan teks dari Jimmy Jeffrey berikut ini.

“Why do Christians extol Mary so highly, calling her nobler than the Cherubim, incomparably greater than the Seraphim, raised above the heavens, purer than the very rays of the sun? For she was a woman, of the race of David, born to Anne her mother and Joachim her father, who was son of Panther. Panther and Melchi were brothers, sons of Levi, of the stock of Nathan, whose father was David of the tribe of Judah.” William Lukyn, Adversus Judaeos: A Bird’s-Eye View of Christian Apologiae until the Renaissance, Cambridge University Press, 2012

Berdasarkan data yang diajukan Jimmy Jeffrey itu, ternyata ada jajaran nama yang terkait dalam silsilah Maryam, yakni Anne, Joachim, Panther(a), Melchi, Levi, Nathan, David, & Judah. Bila nama Panther(a) dianggap bukan nama orisinil dari bahasa Ibrani atau pun Arami, dan juga bukan nama transliterasi dari nama Ibrani atau Arami yang kemudian diadopsi ke dalam nama Yunani atau nama Latin, maka mungkinkah nama Panther(a) sebuah nama rekaan? Apakah ini adalah pertanda kejanggalan bahwa nama Panther(a) adalah sebuah nama rekaan atau sekedar julukan, kalau tidak mau dikatakan hanyalah nama fiktif hasil imajinasi liar kaum Yahudi yang anti terhadap Yesus? Tentu jawabannya tidak. Panther(a) adalah nama historis, nama kakek kandung dari Maryam Sang Parthenos. Sementara itu, teks Talmud yang menyebut nama Panthera pada sebutan Yeshu Ben Panthera ternyata bukan merujuk kepada kakek kandung Maryam, tetapi merujuk kpd lelaki selingkuhan Maryam yang berbeda zaman. Jadi kesimpulannya, nama bisa saja sama, tetapi merujuk kpd person yang berbeda dan zaman yang berbeda pula.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *