KITAB TAFSIR TERTUA DALAM DUNIA ISLAM: Kitab Tafsir sebelum Imam at-Thabari

Belajarlah utk membaca dan terus membaca, sehingga kita dapat membandingkan antara wacana yang satu dengan wacana yang lain. Janganlah kita membaca sesuatu atau mendengar sesuatu secara ipse dixit. Tulisan saya ini merupakan analisis kritis atas sebuah wacana yang sebelumnya telah diwacanakan oleh Dr. Bambang Noersena, pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS). Kini nama organisasinya telah diubah menjadi Institute for Syriac Cultural Studies (ISCS) agar tampilan gerakan misinya terkesan lebih “soft.”

Selamat membaca dan berproses menjadi lebih kritis lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s